Pergeseran Isu Gender dalam Persepktif Hukum yang Hidup dalam Masyarakat Bali
Main Article Content
Abstract
This study aims to analyze the shifting gender issues from the perspective of the living law in Balinese society, particularly within the context of transforming customary norms and the evolving role of women in the social structure of the desa adat (customary village). Balinese customary law, as a form of living law rooted in local values and Balinese Hindu spirituality, essentially regulates social relations in a hierarchical and communal manner. However, modern social dynamics, educational development, and the penetration of global equality values have led to a fundamental change in society’s perception of gender roles. This research employs a normative legal method using conceptual and statutory approaches. Legal materials are obtained through a literature review of customary law sources, awig-awig (village customary regulations), and relevant statutory instruments, and are analyzed qualitatively. The findings indicate that the shift in gender issues within Balinese society is not merely triggered by external pressures of modernity but also represents a process of reinterpretation of traditional values by the customary community itself. The principle of balance (Rwa Bhineda), which forms the philosophical foundation of Balinese customary law, has begun to be actualized to create more equitable social relations between men and women. The living law within Balinese society demonstrates adaptive flexibility toward the value of gender equality without abandoning its cultural and spiritual roots.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
References
Andre Warsita, I Putu, I Made Suwitra, dan I Ketut Sukadana. “Hak Wanita Tunggal terhadap Warisan dalam Hukum Adat Bali.” Jurnal Ilmu Hukum Warmadewa 4, no. 2 (2023): 83–84.
Aryani, Nyoman Mas dan Ni Putu Suari Giri. “Hak Kolektif Perempuan sebagai Bagian Masyarakat Hukum Adat dalam Pembangunan Sistem Hukum Nasional.” Jurnal Majelis, ed. 02 (Agustus 2020): 63–65.
Aula, Raudhatul dan Zihan Salsa Moulida. “Stereotipe Peran dan Tanggung Jawab Laki-Laki dalam Keluarga.” Sagoe Cendikia: Jurnal Studi Islam 1, no. 2 (2025): 114.
Alamuddin, Muh Alwi. “Hukum Adat di Indonesia dalam Dimensi Aturan Hukum Adat Pakraman Bali.” Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ilmu Hukum 2, no. 1 (2022): 53.
Ardhana, I Ketut, I Nyoman Wardi, dan Rochtri Agung Bawono. "Tradisi, Masyarakat Multikultural, dan Pancasila di Bali." Prosiding Seminar Nasional Bahasa, Sastra, & Budaya 1 (2022): 109.
Arta, I Komang Kawi, I Ketut Satria Wiradharma Sumertajaya, dan I Gede Arya Wira Sena. "Perkawinan dalam Perspektif Hukum Adat Bali." Yustitia 20, no. 1 (2025): 80.
Bramantyo, Muhammad Agung Dwi, dan Ali Sabah Husen. “Analisis Karakteristik Superman sebagai Simbol Heroisme dan Maskulinitas dalam Konteks Sosial.” Relasi: Jurnal Penelitian Komu 5, nomor 4 (2025): 346–355.
Bahri, Robi Assadul. "Dinamika Sistem Hukum dalam Masyarakat Pluralistik: Menguji Validitas Teori Luhmann dalam Konteks Global." Jurnal Penelitian Hukum Galunggung 1, no. 3 (2024): 46.
Budiarta, I Wayan. "Kepemimpinan Perempuan dalam Sistem Kekerabatan Purusa: Legitimasi Sejarah atas Kepemimpinan Politik Perempuan." Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial 8, no. 1 (2022): 23–33
Cahyani, Firnanda Arifatul, dan Dia Aisa Amelda. “Kedudukan Perempuan Hindu dalam Sistem Pewarisan Menurut Hukum Waris Adat Bali.” Jurnal Hukum Lex Generalis 3, no. 6 (2022): 448–459.
Dewi, AA Mas Adi Trinaya, Ni Made Trisna Dewi, dan Ni Putu Listya Dewi. "Peranan Desa Adat Dalam Menerapkan Sanksi Terhadap Pelanggaran Proses Perkawinan Dalam Awig-Awig Desa Adat di Desa Adat Takmung Kecamatan Banjarangkan Kabupaten Klungkung." Kerta Dyatmika 21, no. 1 (2024): 44–54.
Damainantha Nalle, Gladies, et al. “Partisipasi Perempuan dalam Proses Pengambilan Keputusan di Desa Pledo.” Jurnal Nusantara Berbakti 2, no. 3 (2024): 76–86.
Darmayoga, Ika, “Perempuan dan Budaya Patriarki dalam Tradisi Keagamaan di Bali (Studi Kasus Posisi Superordinat dan Subordinat Laki-Laki dan Perempuan).” Danapati: Jurnal Ilmu Komunikasi 1, no. 2 (2021): 139–152.
Dharmayani, Eti Karini, et al. “Rekonstruksi Perkawinan Nyentana dalam Masyarakat Bali: Perspektif Kesetaraan Gender.” Tasyri’: Journal of Islamic Law 4, no. 1 (2023): 529–536.
Erfan, Muhammad, Nor Fadillah, dan Fitriah. "Hukum Adat di Indonesia: Aspek, Teori, dan Penerapan." Maqashiduna: Jurnal Hukum Keluarga Islam 2, no. 2 (2024): 132.
Fahmi, Muhammad Nurul, dan Putri Hilyatussholihah. "Konvergensi antara Hukum Islam dengan Hukum Adat (Pernikahan Gotong Kliwon Desa Sokawera Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas)." Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial 10, no. 8 (2023): 3915–3925.
Febriawanti, Dinta, dan Intan Apriyanti Mansur. “Dinamika Hukum Waris Adat di Masyarakat Bali pada Masa Sekarang.” Media Iuris 3, no. 2 (2020): 119–132.
Fadli, Moh., Miftahus Sholehudin, dan Airin Liemanto. “Pemberdayaan Perempuan dalam Pengembangan Pariwisata Berdasarkan Hukum Adat Tenganan Pegringsingan dan UNWTO.” Arena Hukum 15, no. 2 (2022): 223–224.
Hermayulis. “Penerapan Hukum Pertanahan dan Pengaruhnya terhadap Hubungan Kekerabatan pada Sistem Kekerabatan Matrilineal Minangkabau di Sumatera Barat” (Disertasi, Universitas Indonesia, 1999), 404–406.
Habib, Muhammad, Thomas Mulyanto Kurniawan, Violla Evarista, Riyan Ardiansyah, dan Vinanda Langgeng Kencana. "Implementasi Prinsip Kesetaraan Gender dalam Undang-Undang Perkawinan di Indonesia." Jurnal Sastra Mandalika 6, no. 2 (2024): 325–334.
Hastabrata, Madha Wijaya, dan Siti Munawaroh Septyningrum. "Perlindungan Hak Waris Perempuan Dalam Perspektif Hukum Adat Bali." Jurnal Begawan Hukum (JBH) 2, no. 1 (2023): 44–55.
Ika Fatmawati, Nur dan Ahmad Sholikin. “Pierre Bourdieu dan Konsep Dasar Kekerasan Simbolik.” Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyara 12, no. 1 (2020): 51.
Jabalnur, Nur Intan, Angga Yasa Tri Wardana, dan Dewi Ratnasari Rustam. “Studi Komparasi Hak Waris Anak Laki-Laki yang Melangsungkan Pernikahan Nyentana dengan Pernikahan Biasa Menurut Hukum Adat Bali dan Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.” Tinjauan Hukum Lakidende 3, no. 3 (2024): 682–694.
Jatiana Manik Wedanti, I Gusti Ayu, I Putu Adi Saskara, dan I Made Sugita. “Eksistensi Purusa dan Pradana dalam Pewarisan Menurut Hukum Adat Bali,” Widya Duta: Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Ilmu Sosial Budaya (2025): 80–96.
Juliana Sari, Wiwit, Yeti Kurniati, dan Eko Susanto Tejo. “Eksistensi Perkawinan Adat di Tengah Pengaruh Hukum Nasional: Studi Perbandingan di Beberapa Daerah Indonesia.” Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik (JIHHP) 5, no. 2 (2024): 1262.
Khayati, Sri, Ni Putu Andriani, dan Fatma Wati. "Tinjauan Hukum tentang Ahli Waris Perempuan menurut Hukum Waris Adat Bali dalam Perspektif Kesetaraan Gender: (Suatu Studi di Desa Kondoano, Kec. Mowila)." Arus: Jurnal Sosial dan Humaniora 4, no. 2 (2024): 606–618.
Konradus, Danggur. "Kearifan Lokal Terbonsai Arus Globalisasi: Kajian Terhadap Eksistensi Masyarakat Hukum Adat." Masalah-Masalah Hukum 47, no. 1 (Januari 2018): 81–88.
Maharsi, Liris Purwa dan M. Kholid Muslih. “Nilai Egaliter pada Novel Syeikh Siti Jenar Karya Agus Sunyoto,” Risâlah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam 9, no. 1 (2023): 1–14.
Manggala RS, Aditya, dan I Wayan Sugiartana. "Pengaruh Talent Management dan Kecerdasan Spiritual terhadap Kinerja Karyawan Perempuan dengan Komitmen Organisasi sebagai Mediasi pada Lembaga Perkreditan Desa di Kota Denpasar." Bisma: Jurnal Manajemen 9, no. 3 (2023): 321–328.
Marvelia Silalahi, Allena, et al. “Pelanggaran Hukum Adat dan Sanksinya di Dalam Kehidupan Masyarakat Bali,” Jurnal Multilingual 3, no. 4 (2023): 238–239.
Mufid. “Mediasi dalam Hukum Adat,” Al-Manhaj: Jurnal Hukum Keluarga Islam Indonesia 2, no. 2, (2020): 128–141.
Muhaimin. Metode Penelitian Hukum. Mataram: Mataram University Press, 2020.
Natalis, Aga, “Reformasi Hukum dalam Rangka Mewujudkan Keadilan bagi Perempuan: Telaah Feminist Jurisprudence.” CREPIDO 2, no. 1 (Mei 2020): 11–23.
Nafis, Wildan, dan Noor Rahmad. "Hukum Progresif dan Relevansinya pada Penalaran Hukum di Indonesia." El Ahli: Jurnal Hukum Keluarga Islam 1, no. 2 (2020): 5.
Nusa Bali.com. 2018. “Desa Pakraman Tegallalang Luncurkan Perarem Perlindungan Perempuan-Anak“. Diakses 09 Maret 2026. URL: https://www.nusabali.com/berita/31150/desa-pakraman-tegallalang-luncurkan-perarem-perlindungan-perempuan-anak.
Pranajaya, I Kadek, Putu Ratih Pertiwi, dan I Wayan Sukma Winarya Prabawa. “Sakralisasi Ruang dan Nilai Tradisi Meburu di Desa Adat Panjer.” Jurnal Penelitian Agama Hindu 7, no. 2 (2023): 218–234.
Putrawan, I Nyoman Alit, I Made Adi Widnyana, I Made Suastika Ekasana, Desyanti Suka Asih K. Tus, dan I Gusti Ayu Jatiana Manik Vedanti. “Penerapan Ajaran Tri Hita Karana dalam Penyusunan Awig-Awig Sekaa Teruna Taman Sari di Banjar Lantang Bejuh Desa Adat Sesetan.” Jurnal Peneliti (2021): 98–105.
Pratiwi, Berliant, Poppy Fitrijanti Soeparan, dan Widodo Wibisono. “Peran Hukum Adat dalam Penyelesaian Sengketa Agraria di Indonesia: Kajian Empiris dengan Metode Komparatif” Jurnal HAKIM: Jurnal Ilmu Hukum dan Sosial 2, no. 4 (2024): 816–818.
Paramita, I Gusti Agung Ayu Istri Sripradnya, Ni Nyoman Ari Indra Dewi, dan Rai Hardika. “Dinamika Psikologis Perempuan Bali dengan Status Istri yang Tidak Memiliki Anak Laki-Laki pada Pernikahan Hindu Etnis Bali.” Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan 11, no. 5.B (2025): 94–105.
Putra, I Putu Adi Permana. "Perempuan dalam Pariwisata: Implementasi Kebijakan Pengarusutamaan Gender pada Pengelolaan Objek Wisata Tukad Bindu di Kota Denpasar." Jurnal Ilmiah Ilmu Sosial 9, no. 1 (2023): 81–91.
Purawati, Ni Ketut. “Kiprah Perempuan di sektor Informal (Studi Kasus Perempuan Tukang Suun Di Pasar Blahbatuh, Gianyar)”. Jurnal Nirwasita 1, no. 2(2021): 38.
Rubi, Syamsudin, M. Chandra Restu Maulana, Muhammad Ferdy Yulrisnanda, dan Akhmad Saripudin. “Dinamika Hukum dalam Pengaturan Masyarakat Hukum Adat Ditinjau dari Sistem Hukum Nasional.” Juris Studia: Jurnal Kajian Hukum 5, no. 3 (2024): 861–866.
Santosa, Hendra, I Made Rianta, dan I Ketut Sariada. "Konsep Rwa Bhinedha dalam Tari Rejang Sakral Lanang di Desa Mayong Buleleng Bali." Jurnal Seni Tari 17, no. 1 (2021): 9–14.
Sari, Ni Luh Ariningsih. "Pengakuan dan Perlindungan Hukum terhadap Masyarakat Hukum Adat (Dalam Perspektif Negara Hukum)." Ganec Swara 14, no. 1 (2020): 439–445.
Sinay, Siti Barora. "Perlindungan Masyarakat Hukum Adat dalam Konstitusi sebagai Perwujudan Asas Equality Before the Law." De Jure: Jurnal Ilmiah Ilmu Hukum 1, no. 2 (Juni 2020): 155–157.
Siregar, Dicky Yunandar. "Penyelesaian Perkara Melalui Asas Restorative Justice terhadap Pelaku Tindak Pidana dalam Tingkat Penuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum." Politika Progresif: Jurnal Hukum, Politik dan Humaniora 1, no. 2 (2024): 306–318.
Siregar, Fatahuddin Aziz. "Ciri Hukum Adat dan Karakteristiknya." Jurnal Al-Maqasid 4, no. 2 (2018): 3–4.
Suartini, Ni Kadek, dan Ni Putu Yuniarika Parwati. "Peran Wanita Bali Dalam Bidang Pendidikan di Bali: The Role of Balinese Women in the Education Sector in Bali." Nirwasita: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Ilmu Sosial 1, no. 1 (2020): 37–46.
Suryaningrat, Komang Dewi, Ni Ketut Sari Adnyani, dan Ketut Sudiatmaka. "Implementasi Keputusan Pesamuan Agung III MUDP Bali Nomor 01/KEP/PSM-3/MPD Bali/X/2010 terhadap Anak Perempuan dalam Sistem Pewarisan di Desa Adat Banjar Tegeha Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng." e-Journal Komunikasi Yustisia Universitas Pendidikan Ganesha 6, no. 1 (2023): 441.
Suhariyanto, Budi. “Masalah Penyerapan Adat oleh Pengadilan dan Pengaruhnya bagi Pembaruan Hukum Pidana Nasional.” Mimbar Hukum 30, no. 3 (2018): 428.
Sumarjo. “Eksistensi Awig-Awig dalam Menjaga Harmonisasi Desa Adat Tenganan Pegringsingan, Kabupaten Karangasem, Bali.” Habitus: Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Antropologi 2, no. 1 (2018): 27–39.
Sumaya Sriwulan, Pupu. “Kedudukan Hukum Adat dalam Sistem Peradilan Indonesia: Antara Tradisi dan Modernisasi.” Jurnal Jembatan Efektivitas Ilmu dan Akhlak Ahlussunah Wal Jama'ah 6, no. 2 (2021): 407.
Suriadi dan Baharman. “Kosakata Patriarki dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Siswa (Tinjauan Teorisasi Patriarki Sylvia Walby).” Nuances of Indonesian Languages 5, no. 1 (2024): 87–88.
Tahali, Ahmad, et al. “Efektivitas Sanksi Hukum Adat di Desa Binangga Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi.” Comparativa vol 6, no. 1 (2025): 8.
Utari, I. G. A. Mirah Laksmi, Tedi Erviantono, dan Piers Andreas Noak. “Dominasi Purusa dan Kedudukan Perempuan Hindu Bali: Fenomena ‘Ngrembug’ pada Tradisi Bali.” Indonesian Journal of Public Administration Review 2, no. 3 (2025): 11.
Wahyuni, Gusti dan Helga Yohana Simatupang. “Tantangan Perempuan Minangkabau dalam Mengakses Pendidikan di Tengah Budaya Matrilineal.” JoGP (Journal of Global Perspective) 2, no. 1 (2024): 7–9.
Widiadnyani, I Gusti Ayu. “Pengaturan Pewarisan Awig-Awig Desa Adat di Bali dalam Perspektif Kesetaraan dan Keadilan Gender.” Jurnal Aktual Justice 7, no. 2 (2022): 91
Widjaja, Gunawan. “Dinamika Pengakuan dan Perlindungan Hukum Adat dalam Perspektif Generasi Muda: Tinjauan Kepustakaan terhadap Regulasi Turunan dan Tantangan Implementasi di Indonesia.” Jurnal Hukum dan Bangsa (JOLN) 4, no. 1 (2025): 134.
Widiani, Gusti Ayu Eka, dan I Gusti Ngurah Anom. "Peran Paiketan Krama Istri (PAKIS) dalam Pola Kepemimpinan Desa Adat Berbasis Gender di Desa Adat Kesiman." Jurnal Hukum Mahasiswa 3, no. 2 (2023): 961–963.
Yulianti, Ni Putu Nita, dan I Wayan Wahyu Wira Udytama. "Peranan Kerta Desa dalam Penyelesaian Sengketa Perceraian di Desa Adat Gulingan Kabupaten Badung." Jurnal Hukum Mahasiswa 4, no. 1 (2024): 1228–1229.
Yoga, Kadek Agus Surya Pradnyana. “Awig-Awig sebagai Hukum Adat di Wilayah Desa Adat Provinsi Bali.” Jurnal Dinamika Sosial Budaya 25, no. 1 (2023): 293–296.
Zarianto, Ahmad Auri Aji, dan Nadhira Wahyu Adityarani. “Eksistensi Sosiologi Hukum pada Masyarakat Indonesia (Tinjauan Literatur atas Teori Living Law Eugen Ehrlich).” Jurisdische: Jurnal Penelitian Hukum 2, no. 3 (2023): 205.